info@citraglobal.com

08179800163

Astina Bojong Kulur Residence, Jl. Parpostel, Kel. Bojong Kulur, Kec. Jatiasih, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16969.

Citra Global Consulting

cgctaxconsulting.com

+6281802265000

Jl. H. Naman Komplek DDN Blok A17 Bintara Jaya,Bekasi Barat 17136

cgctaxconsulting.com

+6281802265000

Laporan Keuangan (Financial Statement)

Laporan Keuangan (Financial Statement)

6 November 2023

 
Laporan Keuangan Citra Global Consulting
Laporan Keuangan Citra Global Consulting

 

Financial Statement adalah catatan informasi keuangan yang mencerminkan kinerja perusahaan dalam periode tertentu. Laporan ini memiliki peran penting dalam menggambarkan situasi keuangan perusahaan. Secara sederhana, laporan keuangan adalah dokumen yang berisi catatan transaksi dan kas perusahaan.

Pembuatan laporan keuangan perusahaan dilakukan dalam periode yang telah ditentukan. Umumnya, perusahaan membuat laporan pada akhir periode akuntansi mereka. Periode akuntansi ini bervariasi tergantung kebijakan perusahaan masing-masing. Ada yang melakukannya setiap akhir tahun, ada pula yang melakukannya dalam interval beberapa bulan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda terkait periode akuntansi ini. Namun, yang terpenting adalah semua transaksi dicatat dengan akurat sehingga laporan tersebut memiliki perhitungan yang tepat. Hal ini sangat penting karena keuntungan, kerugian, dan pembayaran pajak perusahaan bergantung pada laporan keuangan yang akurat.

Lihat Juga :  Jasa Penyusunan TP Doc (Transfer Pricing Document)

Kewajiban perusahaan dalam menyusun laporan keuangan

Kewajiban perusahaan dalam menyusun laporan keuangan diatur dalam Pasal 2 PP No. 24 Tahun 1998 yang telah diubah menjadi PP No. 64 Tahun 1999. Pasal tersebut menyatakan bahwa semua perusahaan wajib mengirimkan Laporan Keuangan Tahunan kepada Menteri. Laporan Keuangan Tahunan ini merupakan dokumen umum yang dapat diketahui oleh masyarakat.

Menteri yang dimaksud dalam ketentuan tersebut adalah Menteri di bidang perdagangan. Sedangkan, komponen laporan keuangan tahunan yang dapat diketahui oleh masyarakat meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan yang mengungkapkan utang piutang termasuk kredit bank dan daftar penyertaan modal.

Selanjutnya, pengaturan mengenai kewajiban untuk mengirimkan Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan diatur dalam Kepmenperindag No. 121/MPP/Kep/2/2002 Tahun 2002.

Perusahaan yang memiliki kewajiban untuk mengirimkan LKTP

a. Perseroan yang memenuhi salah satu kriteria berikut:
1) Merupakan Perseroan Terbuka (PT. Tbk);
2) Memiliki bidang usaha yang terkait dengan pengerahan dana masyarakat;
3) Mengeluarkan surat pengakuan utang;
4) Memiliki jumlah aktiva atau kekayaan minimal Rp 25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah); atau
5) Merupakan debitur yang laporan keuangan tahunannya diwajibkan oleh Bank untuk diaudit.

b. Perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memiliki wewenang untuk melakukan perjanjian.

c. Perusahaan Perseroan (PERSERO), Perusahaan Umum (PERUM), dan Perusahaan Daerah.

LKTP perusahaan harus diaudit oleh instansi pemerintah atau Lembaga Tinggi Negara yang berwenang mengeluarkan laporan akuntan khusus. LKTP tersebut harus disampaikan kepada Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan, yang merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan.

Jika perusahaan tidak menyampaikan LKTP, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (UU WDP). Pengurus perusahaan yang tidak melaporkan LKTP dapat dikenai pidana kurungan selama 2 bulan atau denda maksimal Rp1 juta.

Kami Menawarkan Layanan Pajak Yang Unggul.
Segera Hubungi Kami!

 

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Berikut ini adalah jenis-jenis laporan keuangan dalam perusahaan:

Laporan Keuangan Laba Rugi

perusahaan menggunakan laporan keuangan laba rugi untuk memperoleh informasi mengenai posisi keuangan laba dan rugi perusahaan. Jenis laporan keuangan ini menjadi acuan bagi pemimpin perusahaan dalam mengambil langkah dan keputusan selanjutnya.

Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan, terdapat dua cara, yaitu single step atau cara langsung, dan multiple step atau cara bertahap. Kedua metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Cara single step atau cara langsung relatif lebih mudah karena proses penghitungannya hanya melibatkan penjumlahan pendapatan dari atas sampai bawah dalam satu kelompok, kemudian dikurangi dengan total beban dan biaya dalam periode tersebut. Sedangkan cara multiple step atau cara bertahap, menghitung pendapatan secara terpisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional perusahaan yang berasal dari kegiatan pokok dan pendapatan non operasional. Pembagian ini juga berlaku untuk pengurangan beban dan biaya dalam periode tersebut.

Dalam pembuatan laporan laba rugi, perlu memperhatikan beberapa komponen seperti pendapatan, baik operasional maupun non operasional, beban pinjaman, beban pajak, laba rugi perusahaan, biaya operasional, serta laporan laba rugi dari aktivitas perusahaan, laba rugi dari afiliasi, dan laba rugi saat periode berjalan.

Dengan memperhatikan semua komponen tersebut, perusahaan dapat menyusun laporan laba rugi yang akurat dan dapat berfungsi sebagai acuan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Laporan Arus Kas/Cash Flow

Cash flow perusahaan, merupakan salah satu jenis laporan keuangan yang sangat penting bagi perusahaan. Laporan ini berisi informasi mengenai arus transaksi masuk dan keluar perusahaan dalam periode tertentu.

Laporan arus kas memiliki peran yang signifikan dalam perusahaan karena dapat berfungsi sebagai indikator untuk melihat arus kas di masa depan. Selain itu, laporan ini juga berfungsi sebagai dokumen penting untuk mempertanggungjawabkan transaksi masuk dan keluar perusahaan.

Sumber-sumber laporan arus kas bervariasi, seperti hasil kegiatan operasional perusahaan, kas perusahaan, serta pendanaan atau pinjaman yang perusahaan peroleh.

Untuk arus kas keluar, sumbernya dapat berasal dari beban perusahaan seperti biaya operasional dan investasi perusahaan.

Laporan arus kas terdiri dari tiga komponen penting untuk menyusun laporan arus kas perusahaan, yaitu:

1. Arus kas dari kegiatan bisnis.
2. Arus kas dari kegiatan investasi.
3. Arus kas dari kegiatan pendanaan.

Laporan Perubahan Modal

Merupakan laporan yang berguna untuk melaporkan perubahan modal dalam perusahaan pada periode tertentu. Laporan ini berisi informasi tentang besarnya perubahan modal keuangan yang terjadi, sehingga dapat membantu perusahaan dalam perencanaan ke depan. Untuk membuat laporan tersebut, perusahaan memerlukan modal awal, pengambilan dana pribadi oleh pemilik bisnis, serta jumlah laba dan rugi bersih dalam periode tersebut. Oleh karena itu, sebelum membuat laporan perubahan modal, perusahaan perlu membuat laporan laba rugi terlebih dahulu.

Laporan Neraca (Balance Sheet)

Neraca atau balance sheet dalam bidang akuntansi adalah sebuah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu. Laporan neraca ini memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan dalam merencanakan proyek-proyek masa depan.

Dalam menyusun laporan keuangan jenis neraca perusahaan, terdapat beberapa komponen, yaitu jumlah aktiva yang mencakup harta atau aset, kewajiban yang mencakup utang, dan ekuitas atau modal perusahaan. Neraca ini terdiri dari tiga unsur utama, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas.

Lihat Juga : Jasa Penyusunan SPT Tahunan Pribadi

Laporan untuk Laporan Keuangan

Penyusunan laporan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang lebih terperinci dan rinci mengenai laporan keuangan. Dengan menyusun laporan ini berdasarkan laporan keuangan, pembaca akan lebih mudah memahami informasi penting yang terdapat dalam laporan.

Selain kepada petinggi perusahaan, laporan keuangan juga penting bagi para investor yang berencana untuk melakukan investasi pada perusahaan dan perlu memeriksa laporan keuangan sebagai proyeksi investasi. Dengan adanya laporan ini, proses pemeriksaan laporan keuangan akan menjadi lebih mudah.

Simak Video Kami Mengenai Laporan Keuangan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top